Sabtu, 04 Desember 2010

Larung Saji Telaga Ngebel

Puncak rangkaian perayaan Grebeg Syuro dan Festival Reyog Nasional (FRN) masyarakat Ponorogo mengadakan tradisi Larung Risalah Doa digelar di Telaga Ngebel. Prosesi sakral sejak 1992 itu mampu menyedot animo ribuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah yang tidak ingin ketinggalan momentum tahunan tiap syuro tersebut.

Ketua Grebeg Syuro, Luhur Karsanto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan penyambutan pergantian tahun baru MAsehi bukan sebuah acara ritual namun sebuah tradisi leluhur serta nenek moyang yang harus dilestarikan.

"Prosesi larung risalah doa ini bukan kegiatan ritual namun suatu tradisi nenek moyang dan leluhur yang harus dilestarikan karena merupakan budaya Ponorogo disamping reyog," jelas Luhur. Luhur menambahkan bahwa larungan di Telaga Ngebel tersebut terdiri dari tumpeng raksasa dengan tinggi sekitar 1,5 meter beserta sesaji yang dipercaya untuk membawa berkah.

Untuk melarung tumpeng raksasa tersebut melibatkan 6 pria dengan pakaian khas Ponorogoan serta pelampung dengan memikul sambil melarungkan ke tengah telaga. Mereka sebelumnya juga dikawal dengan beberapa wanita cantik dengan pakaian adat Jawa serta diiringi gamelan dan alunan gending Jawa sehingga upacara terkesan sakral.

Jumat, 03 Desember 2010

Lempeng Pecel

Lempeng adalah panganan khas dari Magetan Jawa Timur, sebagai teman minum kopi atau sebagai teman makan nasi. Biasanya sebagai penggapit pecel, yang kemudian dikenal dengan pecel gapit.

Lempeng sendiri dibuat dari Beras direbus kemudian dicampur bleng semacam air laut yang berfungsi untuk mengenyalkan supaya lengket dan padat. Setelah direbus 4 jam kemudian ditiriskan ke tempayan hingga dingin baru di iris-iris tipis menyerupai lempeng, dijemur hingga kering trus digoreng.

Sekarang ini teredapat lempeng dengan berbagai rasa seperti terasi, ikan dan lain-lain.

Rabu, 01 Desember 2010

Chord "Ungu-Sampai Kapanpun"

[intro] E

  E                  G#
Semakin ku menyayangimu 
  A                   E  B
semakin kau menyakiti ku
  E                 G#
Semakin ku mencintaimu 
  A                         E  
semakin kau menghancurkan ku

  G#m          C#m
Entah sampai kapan 
    G#m       C#m
kau akan menyadarinya
   G#m        C#m  B
Bahwa hanya diriku
     F#m 
yang pantas tuk memiliki dirimu
     A                            B   A B
yang rela korbankan semuanya untukmu

[chorus]
       E            G#       C#m
Sampai kapanpun kau kan kucintai
      B            F#m      B        E       B
walau kau tak pernah membalas cintaku padamu
      E          G#      C#m  
walau apapun kau kan kusayangi
  B         F#m   G#m        A   B
setulus hatiku, seumur hidupku kumencintaimu

F#m             C#m
Takkan pernah bisa
A                   E
Melupakanmu walau sekejap saja
F#m              C#m
Takkan pernah mampu
    A                    B
Tuk menggantimu dalam sluruh hidupku

[solo] E G# C#m B F#m B E B
       E G# C#m B A Am B C#

[chorus - overtone]
       F#           C#       D#m
Sampai kapanpun kau kan kucintai
      C#           G#m      C#       F#    C#
walau kau tak pernah membalas cintaku padamu
      F#         A#      D#m  
walau apapun kau kan kusayangi
  C#        G#m   C#        F#   C#
setulus hatiku, seumur hidupku woooo..

       F#           C#       D#m
Sampai kapanpun kau kan kucintai
      C#           G#m      C#       F#    C#
walau kau tak pernah membalas cintaku padamu
      F#         A#      D#m  
walau apapun kau kan kusayangi
  C#        G#m   A#m        B 
setulus hatiku, seumur hidupku 
  A#m       G#m   A#m        B
setulus hatiku, seumur hidupku 
   C#
ku mencintaimu

[ending] F# C# D#m C# G#m C# F#

woooo..

Selasa, 30 November 2010

Taukah kamu,,???

Mesin ATM pertama dibuat Luther George Simijian pada 1939. Tapi Don Wetzel-lah yang pertama kali mempopulerkan penggunaan mesin ATM pada tahun 1969. Chemical Bank, New York, adalah bank pertama yang memasang mesin ATM pada 1971.

Senin, 29 November 2010

Telaga Ngebel

Membicarkan Telaga Ngebel memang tidak akan pernah habis. Konon cerita yang berkembang di masyarakat, Telaga Ngebel mempunyai cerita unik yang didasarkan pada kisah seekor ular naga bernama “Baru Klinting“. Sang Ular ketika bermeditasi secara tak sengaja dipotong-potong oleh masyarakat sekitar untuk dimakan. Secara ajaib sang ular menjelma menjadi anak kecil yang mendatangi masyarakat dan membuat sayembara, untuk mencabut lidi yang ditancapkan di tanah.

Namun tak seorangpun berhasil mencabutnya. Lantas dia sendirilah yang berhasil mencabut lidi itu. Dari lubang bekas lidi tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk Telaga Ngebel.

Legenda Telaga Ngebel, terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro.

Pemandangan yang ditawarkan telaga Ngebel luar biasa. Masih alami dan sepi. Cocok buat mojok berdua.he,,he,,

Selain panorama yang indah dan masih perawan, Telaga Ngebel juga kaya akan sumber alam, utamanya air tawar bersih yang keluar dari sumber-sumber di dasar telaga sedalam kurang lebih 52 meter. Tanah subur di sekitar telaga ini juga menghasilkan aneka pohon buah berkualitas. Durian Ngebel, begitu kata orang, menjadi buah primadona kawasan ini. Selain buah berduri itu, tumbuh subur pula pohon manggis, nangka, dan tanaman perkebunan seperti cengkeh dan kopi. Menikmati keindahan panorama telaga sembari makan buah-buahan khas Ngebel adalah tujuan para wisatawan. Bagi pengunjung yang menginginkan ikan hasil budidaya Telaga Ngebel seperti ikan Nila, dapat langsung menyantapnya di warung atau rumah makan yang berjumlah cukup banyak. Hmmm…maknyus!!!

Minggu, 28 November 2010

Kereta Ekonomi Pake AC

Kereta api merupakan sarana transportasi yang paling digemari masyarakat,kenapa? Karena transportasi yang satu ini harga tiketnya murah meriah kalau dibandingkan dengan transportasi lain. Terutama kereta kelas ekonomi karena harga tiketnya sesuai dengan kantong masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Demi meningkatkan pelayanan pada masyrakat. Pada tahun 2010 ini PT INKA mengadakan uji coba perjalanan Kereta Ekonomi AC pulang-pergi dari Stasiun Besar Madiun menuju Stasiun Solo Balapan.
Dalam rangka mensukseskan program pemerintah menyediakan angkutan lebaran yang nyaman dan aman, PT INKA memproduksi kereta ekonomi jenis baru yang berpendingin(AC).

Dalam uji jalan tersebut turut serta Direktur Jenderal (Dirjen) Keselamatan dan Terknik Sarana Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko dan Direktur Utama PT INKA Roos Diatmoko.
Kereta ekonomi AC tipe K3 buatan PT Industri Kereta Api (INKA) akan diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Perhubungan 3 September 2010. Kereta tersebut digunakan untuk menunjang angkutan lebaran.

Semoga proyek ini bisa terus dikembangkan sehingga para pengguna jasa ini bisa nyaman dan bagi para pengguna mari kita ikut menjaga sarana transportasi ini dengan tidak merusaknya.

Jumat, 26 November 2010

Brem Madiun

Brem adalah makanan yang berasal dari sari ketan yang dimasak dan dikeringkan, merupakan hasil dari fermentasi ketan putih yang diambil sarinya saja yang kemudian diendapkan dalam waktu sekitar sehari semalam. Sensasi makanan ini muncul ketika makanan dimasukkan ke dalam mulut akan langsung mencair dan lenyap meninggalkan rasa 'semriwing' di lidah.

makanan tradisional khas yang berasal dari kota Caruban, Kabupaten Madiun, dan berasal dari dua desa penghasil: Bancong dan Kaliabu. Brem dikemas berbentuk lempengan agak kekuningan, rata-rata berukuran kurang lebih 15 cm x 5 cm x 0,5 cm. Untuk lebih memaksimalkan pemasarannya, brem kini dikemas dalam bentuk kecil kecil seukuran permen, sehingga mudah untuk dikantongi. Biasanya pada sekitar tahun 80-an, brem dalam bentuk ini dijual asongan oleh para pedagang di sekitar stasiun-stasiun di kereta api di daerah Jawa Timur.