Masjid Sewulan ini merupakan masjid tua. Tepatnya terletak di sebelah selatan kota Madiun. Sebenarnya tidak hanya Masjid Sewulan yang merupakan masjid di anggap keramat oleh masyarakat kota Madiun, tetapi masih ada beberapa masjid yang di anggap keramat oleh mkasyarakat. Di antaranya adalah Masjid Agung Baitul Hakim (terletak di barat Alun-alun Madiun), Masjid Nur Hidayatullah (Kuncen Madiun), Masjid Kuno Taman (Kelurahan Taman Madiun),Masjid Agung Sewulan (Desa Sewulan Madiun).
Keempat masjid tua tersebut setidaknya memiliki dua kesamaan, yakni sama-sama memiliki bangunan dengan prototipe Masjid Demak dan sama-sama “memiliki” areal makam tua. Untuk Masjid Agung Baitul Hakim tidak memliki area makam dan beberapa masjid juga sudah mengalami renovasi untuk meningkatkan kenyamanan di dalam beribadah.
Masjid Sewulan berada sekitar 6 km arah selatan dari Kota Madiun. Masjid ini didirikan oleh Raden Mas Bagus Harun (Kiai Ageng Basyariyah). Masjid ini juga sering disebut dengan Masjid Basyariyah ini didirikan pada tahun 1740 M/1160 H. Masjid kecil ini pada awalnya merupakan masjid dengan bangunan yang sederhana. Kemudian pada tahun 1921, Masjid yang berada di Desa Sewulan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mengalami renovasi dan “diresmikan” pertama kalinya oleh KH Qolyubi Bin Ilyas, Penghulu Surabaya yang juga salah satu keturunan dari Kiai Ageng Basyariyah.
Untuk kita menuju ke area masjid, ada dua jalur yaitu jalur utara dan jalur timur. Jika kita melewati Jalur sebelah utara yang hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua dan menerobos, sedanhkan jalur timur jalannya lebih lebar dan dapat dilintasi roda empat. Yang menarik masjid ini adalah keberadaan kolam tempat bersuci (wudhu dan mandi) bagi jamaah. Masjid pada umumnya, menempatkan areal untuk bersuci di bagian samping atau dalam masjid. Di Masjid Sewulan ini, temapt untuk bersuci di tempatkan tepat bagian depan tengah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar